Tuesday, December 4, 2012

Jadikanku Seorang Nabi





...


ijinkan ku bertukar kelamin sesaat
demi gelar nabi yang menjadi hasrat
~
karna nabi
tak perlukan jubah keindahan ragawi
mahkota kemegahan duniawi
bagi pujian yang bertubi-tubi
 .
cukup baginya berteman kebajikan
maka hidupnya menjadi suri tauladan
khilafnya pun termaafkan
~
karna nabi
disterilkan isi hatinya
dari setan yang lihai mengubah ujud diri
dari kebusukan bermacam rupa
 .
meski nabi
banyak pun dicaci
bahkan lebih sering disakiti
namun saat hayat lepaskan badan
kepadanya kan terus dihaturkan pujian
tak kurang malaikat pun beriringan
menyambutnya taqziem, di pintu kemenangan

~~~

ijinkan ku menjadi nabi
jadikanlah ku seorang lelaki
 .
mengapa pula Kau ganti
dengan surga yang bertempat di telapak kaki
sedang sebagian besar dari ku
adalah penghuni dasar kawah berapi selalu
 .
ku mau menjadi nabi
tegasku kukuh berulang kali
 .
untuk mengingatkan umat ini
yang tak bosan bersengketa atas kata poligami
 .
sedang pada semua nabi
dengan wahyu suci agama samawi
diriwayatkan kesemuanya berpoligami
 .

tak hanya disebutkan 1, 2, 3 dan 4
seribu gundik, bahkan dikisahkan para rasul-rasulmu

 .
tunggu!
hadang dulu angkaramu!
tarik kendali itu!
sebelum semburkan hujatan pada ku
 .
cermatilah pustaka tua berdebu
itu kitab-kitab sucimu
sejak cetakan terdahulu
hingga ke sekian, ntah ku tahu
 .

tak hanya disebutkan 1, 2, 3 dan 4
seribu gundik, bahkan dikisahkan para rasul-rasulmu

 .
~~~


hasratku tetap tak terhenti
berkepala batu ingin menjadi nabi
 .
congkak ku tak puas bertanya
pada tuhan yang bersemayam dalam diri hamba
tuhan yang gemar mempertanyakan
namun tak mampu hanya pada 1 soalan
 .
tidakkah ingin kau tanyakan
darimana Ruh berasal
atau bagaimana ia Kuciptakan
dan mengapa ia Kutiupkan
pada jasadmu yang lemah, kotor, bau kemenyan

 .
itulah 1 soalan
dari Tuhanku...Yang Maha Esa
Yang Maha Pencipta
Yang Maha Benar
Yang Maha Memiliki segala gelar maha
 .

soalan telah ku dengar
dan membungkam tuhan hamba yang hingar-bingar
 .
sujud ku menunduk
pada hasrat yang seketika berhenti mengajuk
 .
bersyukur atas segala yang sudah Kau beri
menjalani dengan sepenuh hati
meyakini apa yang para nabi telah imani
tak peduli lelaki itu berpoligami
 .
karena segala apa, mengapa, dan bagaimana
sungguh Engkau saja
Sutradara
Hingga akhir masa

~~~



No comments:

Post a Comment