..
ku panggil kau, kakak
kau panggil aku, adik
◘
dua saudara
sama tapi berbeda
berbeda namun sama?
◘
asal rahim dan plasenta
yang membuatnya berbeda
◘
tapi dua saudara
bermula dari satu pohon Abba!
Baba !
Babba !
Aba !
Yebba !
♥♥
dua saudara
sama keras kepalanya
sama gemar bertikainya
sama pantang mengalahnya
sama ketidak-peduliannya
pada jelata yang
berserak dalam derita
dan sama kukuhnya
dalam alibi yang
mengada-ada
berperisai pada kata
‘ini
pun demi kepentingan jelata pula’
maka seteru itu kan
abadi selamanya???
♥♥
seteru
pada sepetak tanah
gersang berdebu
ini tanahku
itu rumahku
dan beterbanganlah batu
peluru
♥♥
meski kawat berduri mungkin terlihat memenjarakanku…
desing peluru mungkin terdengar bising di sekitarku…
kerakal, puing dan reruntuhan, mungkin tak indah bagi lingkunganku…
ataukah kanak-kanak yang harus melompat dinding batu…
melontarkan tas dan sepatu
bekalnya menuntut ilmu
di gedung bertabur bulatan hitam jejak peluru
tepat di seberang rumahku…
◘
namun, dua saudara
tenar semegah mercu buana
buatku iri saja
mimpiku selalu ingin sepertinya
♥♥
tunggu dulu
inikah tentang… aku ?
atau kau ?
yang galau oleh cemburu
dan tak lekang mau
laiknya dua saudara itu
◘
dua saudara
jumawa kepala batunya
kalahkan gersang sahara
luruhkan terik sang
surya
◘
dua saudara
penguasa tribun headline
yang membuana
belum tahu kapan masa
kedaluarsa
◘
bahkan batu dan desing
pelurunya
tak luput sedetik pun
dari teropong dunia
♥♥
Tak!
Ku, tak ingin menjadi bendaharawan yang keliling mayapada
atau jadi lumpur yang mengubur sekian desa
apatah lagi, inong yang semok dan bikin kalap
mata
bukan pula pria pesolek yang sibuk
membangun citra
tidak pun menjadi mas Anta dan mba Sari
nan jelita
yang nahasnya, ketiban pulung
kepenthung-penthung
om Tambun yang menyeret orang hingga tersandung-sandung??
Tak!
♥♥
Tak! Tak!
tak ku ingin jadi salah
satunya
karena headline mereka,
cepat benar
kedaluarsanya
◘
tak pernah bertahan lama
ini hari berita utama
besok sampah di sudut
pasar Koja
♥♥
karena ketok palu bukan di
atas meja
tapi di atas paha
dan gambar sukarno hatta
◘
sedang palu bertaring
milik nyonya albertina
lancung dikebiri, tanpa tunggu purna
♥♥
dua saudara tetap akan beradu
peluru
dan batu
◘
lalu, haruskah ku tertawa geli
saat darah bersimbah sebab
rakitan gotri
di negeri ini
tanah air sendiri
♥♥
rumah
bagi lebih dari dua saudara
♥♥
sungguh
ini hanya tentang… aku
atau kau
yang tengah disundut
magma cemburu
pada kau ?
aku ?
kau dan aku ?
aku dan kau ?
manatah kutahu
kar’na dua saudara itu
◘
antara kau dan aku

No comments:
Post a Comment