Monday, December 10, 2012

Dua Saudara



..

ku panggil kau, kakak
kau panggil aku, adik
dua saudara
sama tapi berbeda
berbeda namun sama?
asal rahim dan plasenta
yang membuatnya berbeda
tapi dua saudara
bermula dari satu pohon Abba!
Baba !
Babba !
Aba !
Yebba !

♥♥

dua saudara
sama keras kepalanya
sama gemar bertikainya
sama pantang mengalahnya
sama ketidak-peduliannya
pada jelata yang berserak dalam derita
dan sama kukuhnya
dalam alibi yang mengada-ada
berperisai pada kata
‘ini pun demi kepentingan jelata pula’
maka seteru itu kan abadi selamanya???

♥♥

seteru
pada sepetak tanah gersang berdebu
ini tanahku
itu rumahku

dan beterbanganlah batu
peluru

♥♥

meski kawat berduri mungkin terlihat memenjarakanku…
desing peluru mungkin terdengar bising di sekitarku…
kerakal, puing dan reruntuhan, mungkin tak indah bagi lingkunganku…
ataukah kanak-kanak yang harus melompat dinding batu…
melontarkan tas dan sepatu
bekalnya menuntut ilmu
di gedung bertabur bulatan hitam jejak peluru
tepat di seberang rumahku…
namun, dua saudara
tenar semegah mercu buana
buatku iri saja
mimpiku selalu ingin sepertinya


♥♥

tunggu dulu
inikah tentang… aku ?
atau kau ?
yang galau oleh cemburu
dan tak lekang mau
laiknya dua saudara itu
dua saudara
jumawa kepala batunya
kalahkan gersang sahara
luruhkan terik sang surya
dua saudara
penguasa tribun headline yang membuana
belum tahu kapan masa kedaluarsa
bahkan batu dan desing pelurunya
tak luput sedetik pun dari teropong dunia

♥♥

Tak!
Ku, tak ingin menjadi bendaharawan yang keliling mayapada
atau jadi lumpur yang mengubur sekian desa
apatah lagi, inong yang semok dan bikin kalap mata
bukan pula pria pesolek yang sibuk membangun citra
tidak pun menjadi mas Anta dan mba Sari nan jelita
yang nahasnya, ketiban pulung
kepenthung-penthung
om Tambun yang menyeret orang hingga tersandung-sandung??
Tak!

♥♥

Tak! Tak!
tak ku ingin jadi salah satunya
karena headline mereka,
cepat benar kedaluarsanya
tak pernah bertahan lama
ini hari berita utama
besok sampah di sudut pasar Koja

♥♥

karena ketok palu bukan di atas meja
tapi di atas paha
dan gambar sukarno hatta
sedang palu bertaring milik nyonya albertina
lancung dikebiri, tanpa tunggu purna

♥♥
dua saudara tetap akan beradu
peluru
dan batu
lalu, haruskah ku tertawa geli
saat darah bersimbah sebab rakitan gotri
di negeri ini
tanah air sendiri

♥♥
rumah bagi lebih dari dua saudara

♥♥
sungguh
ini hanya tentang… aku
atau kau
yang tengah disundut
magma cemburu
pada kau ?
aku ?
kau dan aku ?
aku dan kau ?
manatah kutahu
kar’na dua saudara itu

antara kau dan aku
♥♥


[dailypicture.com]

No comments:

Post a Comment